Ekonomi Syariah di Persimpangan Jalan: Lompatan Strategis Indonesia dari Kebijakan ke Dampak

Mohammad Muafi Himam, Rendy Dwi Hermanto, Adam Permadi Kaharudin, Ahmad Maimun

Abstract


This article evaluates Indonesia's Islamic economic policies during the 2019–2024 period across four key sectors: Islamic banking, halal industry, sukuk and Islamic financing, and Islamic fintech. Adopting an explanatory sequential mixed-methods design, the study integrates descriptive quantitative analysis of secondary data from OJK, KNEKS, BPJPH, DJPPR, BPS, and the SGIE Report 2024/2025 with qualitative content analysis of policy documents, including MEKSI 2019–2024, RP3SI 2023–2027, POJK 2/2024 on Sharia Governance, and the Republic of Indonesia Green Bond and Green Sukuk Framework. The findings indicate that government interventions—including the merger forming Bank Syariah Indonesia, the issuance of green sukuk reaching a cumulative USD 7.7 billion through 2025, the digitalisation of halal certification via SiHalal, and the institutionalisation of KNEKS and 31 provincial KDEKS—are associated with measurable improvements: Indonesia's third place in the Global Islamic Economy Indicator, total Islamic financial assets of IDR 2,756.45 trillion as of June 2024, and rising Islamic financial literacy from 9.14% in 2022 to 43.42% in 2025. However, persistent challenges remain, namely a banking market share stuck at 7.72%, halal exports concentrated in non-OIC markets, and weak fintech governance. The study is limited to secondary data and does not include expert interviews. Future research should incorporate in-depth interviews and micro-level welfare assessments to strengthen causal interpretation.

 

Artikel ini mengevaluasi kebijakan ekonomi syariah Indonesia selama periode 2019–2024 pada empat sektor utama: perbankan syariah, industri halal, sukuk dan pembiayaan syariah, serta fintech syariah. Penelitian menggunakan desain explanatory sequential mixed-methods yang memadukan analisis deskriptif kuantitatif atas data sekunder OJK, KNEKS, BPJPH, DJPPR, BPS, dan laporan SGIE 2024/2025 dengan analisis konten dokumen kebijakan, antara lain MEKSI 2019–2024, RP3SI 2023–2027, POJK 2/2024 tentang Tata Kelola Syariah, dan Republic of Indonesia Green Bond and Green Sukuk Framework. Temuan menunjukkan bahwa intervensi pemerintah—mencakup merger pembentukan Bank Syariah Indonesia, penerbitan green sukuk dengan akumulasi USD 7,7 miliar hingga 2025, digitalisasi sertifikasi halal melalui SiHalal, dan pelembagaan KNEKS bersama 31 KDEKS provinsi—berasosiasi dengan perbaikan indikator yang dapat diukur, antara lain peringkat ketiga Indonesia dalam Global Islamic Economy Indicator, total aset keuangan syariah Rp2.756,45 triliun per Juni 2024, dan kenaikan literasi keuangan syariah dari 9,14% pada 2022 menjadi 43,42% pada 2025. Akan tetapi, tantangan struktural masih membayangi: pangsa pasar perbankan syariah bertahan di 7,72%, ekspor halal masih terkonsentrasi pada pasar non-OKI, dan tata kelola fintech syariah belum kuat. Penelitian ini terbatas pada data sekunder dan tidak menyertakan wawancara pakar. Penelitian lanjutan disarankan menambahkan wawancara mendalam dan kajian kesejahteraan tingkat mikro untuk memperkuat interpretasi kausal.


Keywords


Ekonomi Syariah; Indonesia; Kebijakan Publik; Industri Halal; Keuangan Syariah.

Full Text:

PDF

References


Bahjatulloh, Q. M. (2016). Pengembangan pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui kegiatan filantropi. INFERENSI, 10(2), 473. https://doi.org/10.18326/infsl3.v10i2.473-494

Bappenas. (2019, May 14). Masterplan Ekonomi Syariah Indonesia Resmi Diluncurkan. BAPPENAS. https://www.bappenas.go.id/index.php/id/berita/masterplan-ekonomi-syariah-indonesia-resmi-diluncurkan

BPJPH. (2024). Data sertifikasi halal nasional 2024. Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal, Kementerian Agama.

BPJPH. (2025). Peraturan BPJPH Nomor 3 Tahun 2025 tentang Rencana Strategis BPJPH 2025–2029.

BSI. (2025). Laporan tahunan BSI 2024. PT Bank Syariah Indonesia, Tbk. https://ir.bankbsi.co.id

Creswell, J. W., & Plano Clark, V. L. (2018). Designing and Conducting Mixed Methods Research. SAGE Publishing.

DinarStandard. (2025). State of the Global Islamic Economy Report 2024/25: From crisis to catalyst – Evolving Islamic economy opportunity (11).

DSN-MUI. (2018). Fatwa Dewan Syariah Nasional Nomor 117/DSN-MUI/II/2018 tentang Layanan Pembiayaan Berbasis Teknologi Informasi Berdasarkan Prinsip Syariah. Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia.

Hardiana, M. D. (2021, September 28). A New Report Reveals $50 Billion Potential in Islamic Finance for Climate Emergency and SDGs. UNDP. https://www.undp.org/indonesia/press-releases/new-report-reveals-50-billion-potential-islamic-finance-climate-emergency-and-sdgs

Hasan, Z. (2023). AN ANALYSIS OF THE INDONESIAN SHARIA BANKING DEVELOPMENT ROADMAP 2020-2025. Online Jurnal of Islamic Management and Finance, 3(1). https://doi.org/10.22452/ojimf.vol3no1.3

Himam, M. M., & Azis, F. A. (2025). Hijau dan Halal: Menyelaraskan Prinsip Syariah dan Keberlanjutan Ekologis. Al-Kharaj: Jurnal Ekonomi, Keuangan & Bisnis Syariah, 7(6). https://doi.org/10.47467/alkharaj.v7i6.7539

Irawati. (2024). OJK Terbitkan Aturan Baru Perkuat Tata Kelola Perbankan Syariah. https://infobanknews.com/ojk-terbitkan-aturan-baru-perkuat-tata-kelola-perbankan-syariah

Kemendag. (2024). Data ekspor produk halal Indonesia Januari–Oktober 2024. Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional, Kementerian Perdagangan RI.

KNEKS. (2020). AFSI dampingi fintech syariah dapatkan perizinan dari OJK. Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah. https://kneks.go.id

KNEKS. (2024). Pleno KNEKS 2024: Ekonomi syariah kekuatan baru menuju Indonesia Emas 2045. Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah. https://kneks.go.id

KNEKS. (2025). Green global sukuk dorong kenaikan peringkat keuangan syariah Indonesia. Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah. https://kneks.go.id

Menne, F., Mardjuni, S., Yusuf, M., Ruslan, M., Arifuddin, A., & Iskandar, I. (2023). Sharia Economy, Islamic Financial Performance and Factors That Influence It—Evidence from Indonesia. Economies, 11(4). https://doi.org/10.3390/economies11040111

Mursal, M. (2017). IMPLEMENTASI PRINSIP-PRINSIP EKONOMI SYARIAH: Alternatif Mewujudkan Kesejahteraan Berkeadilan. JURNAL PERSPEKTIF EKONOMI DARUSSALAM, 1(1), 75–84. https://doi.org/10.24815/jped.v1i1.6521

Norrahman, R. A. (2023). Mudharabah Musytarakah Dalam Perspektif Hukum Ekonomi Syariah. Journal of International Multidisciplinary Research, 1(1), 40–47.

Nursaid, N., Smith, Z., & Dhakal, A. (2023). Development of Islamic economics and practices in Indonesia (2013-2023): Opportunities and challenges. Revenue Journal: Management and Entrepreneurship, 1(1). https://doi.org/10.61650/rjme.v1i1.323

OJK. (2016). Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 77/POJK.01/2016 tentang Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi. Otoritas Jasa Keuangan.

OJK. (2024a). Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 2 Tahun 2024 tentang Penerapan Tata Kelola Syariah bagi Bank Umum Syariah dan Unit Usaha Syariah. Otoritas Jasa Keuangan. Otoritas Jasa Keuangan.

OJK. (2024b). Siaran Pers Bersama: IFSE 2024: Perkuat Kepercayaan Digital dan Perlindungan Konsumen Melalui Bulan Fintech Nasional. Otoritas Jasa Keuangan.

OJK. (2025). Siaran Pers: Kinerja Positif Perbankan Syariah 2024. Otoritas Jasa Keuangan.

OJK & BPS. (2024). Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2024. Otoritas Jasa Keuangan. https://ojk.go.id

Planning, I. M. of N., & Fathoni, M. A. (2020). Indonesia Islamic Economic Masterplan 2019-2024. Jurnal Ilmiah Ekonomi Islam, 6(3).

Purwowidhu, CS. (2025). Dorong Pengembangan Ekspor Produk Halal Indonesia, Begini Langkah KNEKS. Media Keuangan Kemenkeu. https://mediakeuangan.kemenkeu.go.id/article/show/dorong-pengembangan-ekspor-produk-halal-indonesia-begini-langkah-kneks

Risalah, D. F. (2025). Pasar Fintech Syariah Rp 130 Triliun, Penyelenggara Berizin Masih Minim. https://sharia.republika.co.id/berita/t831j1490/pasar-fintech-syariah-rp-130-triliun-penyelenggara-berizin-masih-minim

Sidqi, A., & Ruhana, A. (2021). Intermestic Factors of Indonesia’s Halal Certification. https://doi.org/10.4108/eai.2-11-2020.2305029

Warto, W., & Samsuri, S. (2020). Sertifikasi Halal dan Implikasinya Bagi Bisnis Produk Halal di Indonesia. Al Maal: Journal of Islamic Economics and Banking, 2(1). https://doi.org/10.31000/almaal.v2i1.2803

Yuniarti, F. R., Adha, I. A. F., & Purbasari, L. T. (2022). Indonesia Seeks to Become Global Islamic Economic Hub. INDEF Policy Brief, (7).




DOI: https://doi.org/10.61111/jeps.v13i1.922

Article metrics

Abstract views : 4 | views : 0

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2026 Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Indexed By:

        BASE Logo     

 

AddressJl. Raya Bojongsari, Pondok Rangga, Kec. Sawangan, Kota Depok, Jawa Barat 16517, Indonesia